“Di Bulog ada kebijakan 3 juta gabah yang harus diserap. Dari data-data serapannya masih kecil, ya perlu ada penyegaran. Dan perlu semua supporting system untuk memastikan penugasan ini maksimal,” tuturnya.
Untuk diketahui, Erick melakukan kocok ulang Dirut Bulog sebanyak empat kali dalam kurung waktu kurang dari dua tahun. Pada 2 Desember 2023 lalu, Erick mencopot Budi Waseso alias Buwas selaku Dirut Bulog. Sebagai gantinya, dia mengangkat Bayu Krisnamurthi untuk mengisi posisi tersebut.
Perubahan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-341/MBU/12/2023 tanggal 1 Desember 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.
Adapun Buwas memegang posisi Dirut Bulog sejak 2018-2023 atau kurang lebih 6 tahun lamanya. Lalu akhirnya dimutasi ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, selaku Komisaris Utama.
Bayu Krisnamurthi yang menggantikan posisi Buwas hanya bertahan selama Desember 2023-September 2024. Sejak sembilan bulan itu, Erick Thohir harus menggesernya dan menunjuk Wahyu Suparyono untuk menempati bangku Dirut Bulog.