2. Boxed
Perusahaan yang dirintis dari garasi rumah ini berfokus pada penjualan berbagai macam barang mulai dari peralatan rumah tangga sampai bahan makanan secara grosir sejak 2013. CEO Boxed Chieh Huang sempat menjadi bahan perbincangan pada 2016 karena menawarkan untuk membayar pernikahan pekerjanya hingga 20.000 dolar AS.
Semenjak saat itu, kebijakan ini telah ditetapkan untuk seluruh karyawan yangn bekerja full time. Selain itu, perusahaan juga memenuhi biaya empat tahun kuliah bagi anak-anak pekerjanya, tidak termasuk sewa kamar dan pembelian buku.
Boxed juga memberikan pekerjanya saham perusahaan yang mana hal ini sangat langka dilakukan oleh perusahaan start up. Di samping fasilitas yang menggiurkan, Chieh juga menciptakan budaya yang bersahabat di antara pekerjanya. Tak jarang, ia menggunakan pakaian yang tidak mencolok dan mengunjungi pekerjanya untuk sekadar menyapa maupun mendengarkan permasalahan pekerjanya.
3. Netflix
Perusahaan layanan streaming ini menawarkan pekerja hingga satu tahun cuti untuk laki-laki setelah kelahiran ataupun adopsi anak. Saat masa cuti tersebut, pekerja tetap menerima gaji dari perusahaan.
Menurut juru bicara perusahaan, Netflix juga memiliki kebijakan untuk tidak membatasi liburan dan tidak melacak waktu istirahat pekerjanya. Hal ini juga dilakukan oleh perusahaan LinkedIn, Evernote, dan Pocket.