Gaikindo Ungkap Penyebab Penjualan Mobil Turun 21 Persen di Awal 2024 

Iqbal Dwi Purnama
Gaikindo mencatat penjualan kendaraan bermotor pada awal tahun 2024 mengalami penurunan, baik untuk penjualan wholesale maupun retail. (Foto: Antara)

Sentimen lain, yang menurutnya berpengaruh terhadap merosotnya penjualan mobil pada awal tahun 2024 ini adalah lahirnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal ketentuan untuk menagih utang kredit kepada nasabah. 

Melalui peraturan tersebut, Kukuh mengatakan para debt collector tidak bisa menagih kredit yang macet jika sudah lewat dari jam 7 malam. Hal tersebut akhirnya berdampak pada kekhawatiran dari lembaga jasa keuangan, dan memperketat lagi aturan kreditnya. 

"Kemudian bulan Februari selesai Pemilu bulan Maret puasa, ini juga ada penahanan pembelian, kemudian Maret masuk, April lebaran, konsentrasi pengeluaran belum pada mobil jadi April memang drop lagi," katanya.

"Kita berharap bahwa sampai akhir tahun akan ada perbaikan  penjualan kendaraan bermotor karena sebagian besar tadi adalah kelompok menengah," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

4 hari lalu

Penjualan Mobil Indonesia Sulit Tembus 1 Juta Unit, Realistis di Kisaran 800 Ribuan

5 hari lalu

Penjualan Mobil Semester I 2026 Naik 15,8 Persen, Gaikindo: Industri Bergerak Positif

5 hari lalu

15 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Juni 2026: Toyota Masih Kokoh, 2 Brand China Bertengger di 10 Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal