“Ini adalah gerakan solidaritas, gerakan menjaga tetangga sebagaimana yang pak Ganjar lakukan dengan program 'jogo tonggo' saat beliau masih mempimpin Jawa Tengah,” ucap Anggiat.
Lebih lanjut, Anggiat mengatakan bahwa pihaknya sering mendengar bahwa Pemilu merupakan pesta demokrasi bagi rakyat. Kemudian yang namanya pesta, seharusnya seluruh pihak menjalani dengan riang gembira dan tetap menjaga marwah masyarakat.
“Jika semua program dirancang gratis, gratis dan gratis bukan saja kita tanya uangnya dari mana, tapi satu sisi itu menjerumuskan masyarakat sendiri. Masyarakat menjadi malas dan sangat bergantung dari sipemberi. Padahal uangnya bersumber dari keringat dan pembayaran pajak rakyat. Jangan berbohong dan mengumpat dengan kata gratis,” katanya.