Google Cs Hindari Pajak Rp41 Triliun di Luar AS, Termasuk Indonesia

Djairan
Google, Facebook, dan Microsoft memanfaatkan celah sistem perpajakan global agar bisa menghindari pajak. (Foto: ilustrasi/AFP)

LONDON, iNews.id - Tiga perusahaan teknologi raksasa AS seperti Google, Facebook, dan Microsoft melakukan praktik penghindaran pajak (tax avoidance) di negara-negara berkembang. Salah satunya di Indonesia.

Dilansir The Guardian, penelitian yang dilakukan oleh ActionAid International menunjukkan, perusahaan-perusahaan itu memanfaatkan celah sistem perpajakan global agar bisa menghindari pajak. Nilainya mencapai 2,8 miliar dolar AS, setara Rp41 triliun per tahun.

"Kehilangan potensi pajak itu bisa digunakan untuk menggaji lebih dari 700.000 guru baru atau 850.000 guru sekolah dasar," kata David Archer, Juru Bicara ActionAid International dikutip Senin (26/10/2020).

Lembaga yang fokus pada kegiatan amal itu menyebut, tak ada bukti perusahaan-perusahaan itu melanggar aturan pajak. Yang jelas, hal ini menunjukkan kegagalan sistem pajak global memaksa perusahaan multinasional untuk membayar pajak dari negara-negara dimana mereka memperoleh penghasilan.

Menurut Archer, nilai pajak 2,8 miliar dolar AS hanyalah fenomena puncak gunung es. Dana tersebut kemungkinan lebih besar lagi dan potensial untuk mereformasi layanan publik.

Perusahaan raksasa tersebut telah meraup untung besar selama pandemi, namun berkontribusi sedikit atau tidak sama sekali terhadap layanan publik di beberapa negara.

India, Indonesia, Brasil, Nigeria, dan Bangladesh merupakan negara dengan gap pajak tertinggi di dunia dimana ketiga perusahaan besar itu beroperasi. Google, Facebook, dan Microsoft menolak berkomentar.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya

Nasional
3 hari lalu

Jaksa Sebut Nadiem Tahu Chromebook Tak Bisa Digunakan Guru dan Siswa

Nasional
19 hari lalu

Komdigi Minta Google Hapus 8 Aplikasi Matel yang Sebar Data Debitur 

Bisnis
1 bulan lalu

Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia Berkat Lonjakan Saham Induk Google

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal