Investasi di JD.com dibuat oleh unit operasi binsis Google, bukan dari kendaraan investasi induk perusahaan, Alaphabet. Google dikabarkan akan mendapatkan 27,1 juta saham biasa kelas A JD.com sebagai bagian dari kesepakatan.
Dengan begitu, Google hanya mengempit tak lebih dari 1 persen saham di JD. Untuk JD.com, kesepakatan Google menunjukkan tekadnya untuk membangun sekumpulan aliansi global karena berusaha untuk melawan Alibaba, yang lebih fokus pada menjalin hubungan ritel domestik. Softbank Group Corp Jepang yang membuat investasi internet besar di seluruh dunia, adalah investor utama di Alibaba.
"Kemitraan dengan Google ini membuka berbagai kemungkinan untuk menawarkan pengalaman ritel yang unggul kepada konsumen di seluruh dunia," kata Jianwen Liao, chief strategy officer JD.com, dalam sebuah pernyataan.
Pejabat perusahaan mengatakan, kesepakatan itu akan menambah jangkauan dan kekuatan pasar Google dalam analisis dengan keahlian JD.com dalam bidang logistik dan manajemen inventaris.