Kehadiran industri ini juga diproyeksikan memberikan efek berganda jangka panjang bagi perekonomian Jawa Barat. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja dari sektor ini diharapkan mampu menjadi pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.
"Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun, dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (_entrepreneurship_), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," tuturnya.
Lebih lanjut, Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan, kepastian kelancaran investasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung bagi para penanam modal, guna menjaga predikat Jawa Barat sebagai daerah yang ramah investasi.
Secara khusus, KDM juga menginstruksikan jajaran Pemdaprov Jabar untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten agar dapat terserap secara optimal oleh ekosistem industri yang baru dibangun ini.
"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," katanya.
Seperti diketahui, pembangunan LMMI di area Indonesia Green Smart Industrial Park_ ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Fase pertama mencakup pembangunan lini produksi ekskavator dan wheel loader elektrik dengan kapasitas produksi mencapai 5.000 unit per tahun, yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2027.