Harga Komoditas Turun, Total Ekspor Indonesia Merosot Jadi Rp384 Triliun di September 2021

Advenia Elisabeth
Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan. (Foto: MPI/Ikhsan Permana SP)

Mendag menjelaskan, meski ekspor September 2022 turun secara bulanan, namun apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021, ekspor September 2022 justru mengalami peningkatan sebesar 20,28 persen YoY. 

Pertumbuhan ekspor yang tinggi ini didorong oleh adanya kenaikan signifikan pada ekspor migas sebesar 41,80 persen dan ekspor nonmigas yang tumbuh sebesar 19,26 persen YoY.

Di sisi lain, beberapa produk utama ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan tertinggi pada bulan September 2022 (MoM), yaitu bijih logam, terak, dan abu (HS 26) naik 29,07 persen, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) naik 4,79 persen. 

Selanjutnya, pulp dari kayu (HS 47) naik 3,84 persen, ampas/sisa industri makanan (HS 23) naik 2,23 persen, dan plastik dan barang dari plastik (HS 39) naik 1,37 persen.

“Angka ekspor kendaraan dan bagiannya (HS 87) di September 2022 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah," ujar Zulkifli. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
7 hari lalu

Zulhas Ungkap Biaya Produksi Beras Indonesia 3 Kali Lipat dari Thailand dan Vietnam

17 hari lalu

Pemerintah Evaluasi Peran DSI 3 Bulan Lagi, bakal Jadi Eksportir Langsung?

17 hari lalu

DSI Tegaskan Tak Berwenang Tetapkan Harga Ekspor CPO hingga Batu Bara

18 hari lalu

DSI Atur Fee Ekspor 3 Komoditas Strategis, Begini Perhitungannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal