"Ini tahun yang luar biasa bagi pasar komoditas dengan risiko pasokan yang menyebabkan peningkatan volatilitas dan kenaikan harga," kata analis ING Ewa Manthey, dikutip dari Reuters, Jumat (30/12/2022).
Selain karena tensi di Eropa Timur, sentimen yang sempat membebani harga minyak datang dari pembatasan mobilitas di China. Kabar terbaru, Beijing telah melonggarkan kebijakan, yang diharapkan pasar dapat kembali memacu permintaan bahan bakar.
"Pelonggaran pembatasan perjalanan baru-baru ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan minyak, tetapi peningkatan tajam kasus Covid di China telah menimbulkan kekhawatiran serius," ujar Direktur Konsultan JTD Energy Services, John Driscoll.