Harga Minyak Mentah Merosot gegara AS, Eropa dan China

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah merosot gegara AS, Eropa dan China. (Foto: Reuters)

"Kekhawatiran permintaan berpusat pada dampak kenaikan suku bunga untuk memerangi inflasi dan kebijakan nol Covid China," tulis analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar dalam sebuah catatan, dilansir dari Reuters, Senin (12/9/2022).

Selanjutnya, prospek suku bunga agresif juga masih membebani pasar. Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve AS siap untuk meningkatkan suku bunga lebih lanjut untuk mengatasi inflasi. Hal ini dapat mengerek nilai dolar AS terhadap mata uang lain, dan membuat minyak lebih mahal bagi investor dengan kurs selain dolar AS. Harga yang tinggi akan berimbas ke permintaan.

Kendati demikian, penurunan harga diperkirakan juga masih bersifat terbatas menjelang akhir tahun, di mana pasokan diprediksi bakal semakin ketat ketika embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia bakal berlaku pada 5 Desember 2022. Negara-negara G7 juga akan menerapkan batas harga minyak Rusia untuk membatasi pendapatan ekspor Negeri Beruang Merah sebagai bagian dari sanksi akibat agresi militer ke Ukraina.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
10 jam lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

2 hari lalu

AS Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Teheran: Tindakan Biadab!

3 hari lalu

Tok! Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

4 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal