Harga Minyak Mentah Turun dalam Sepekan usai Kekhawatiran Pasokan Mereda

Aditya Pratama
Harga minyak mentah ditutup melemah lebih dari 3 persen dalam sepekan perdagangan. (Foto: AP)

"Gambaran terbaru menyiratkan bahwa tahun depan menjanjikan akan lebih longgar daripada tahun ini dan harga minyak akan berada di bawah level 2024," ucap Analis Pialang Minyak PVM, Tamas Varga dalam keterangannya dikutip, Sabtu (30/11/2024).

Kelompok OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu termasuk Rusia menunda pertemuan untuk membahas kebijakan berikutnya pada 5 Desember mendatang. OPEC+ diperkirakan akan memutuskan perpanjangan pemangkasan produksi lebih lanjut.

Analis Saxo Bank Ole Hansen menuturkan, setelah dua kali ditunda, OPEC+ harus mempertimbangkan risiko pelemahan harga lebih lanjut di tengah konflik Timur Tengah.

"Terutama karena ekspektasi produksi yang kuat dari produsen non-OPEC+ tahun depan dapat menyebabkan surplus minyak mentah," kata Hansen.

Harga minyak mentah Brent diperkirakan bisa mencapai rata-rata 74,53 dolar AS per barel pada tahun 2025, menurut jajak pendapat Reuters yang melibatkan 41 analis. Ini menandai revisi penurunan bulanan ketujuh berturut-turut.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal