NEW YORK, iNews.id - Harga minyak berakhir naik pada perdagangan, Kamis (15/3/2018) waktu setempat didukung mulai positifnya laju pasar saham. Namun, pelaku pasar tetap mengkhawatirkan adanya lonjakan produksi yang melebihi permintaan minyak di tahun ini.
Mengutip CNBC, Jumat (16/3/2018), minyak mentah Brent berjangka menguat 23 sen ke 65,12 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen ke 61,18 dolar AS per barel.
Minyak naik seiring dengan mulai membaiknya pasar saham AS. Minyak mentah berjangka telah bergerak selaras dengan ekuitas tanpa henti selama 99 hari perdagangan terakhir.
"Ketegangan yang meningkat antara Barat dan Rusia meningkatkan potensi penurunan arus perdagangan dan aktivitas ekonomi, yang akan mengurangi pertumbuhan permintaan energi," kata John Kilduff, partner manajer investasi Again Capital di New York.
Meningkatnya permintaan minyak global, seiring dengan pengetatan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sehingga membantu menjaga banderol minyak di atas 60 dolar AS per barel.