Hati-hati penipuan lelang mengatasnamakan DJKN, kenali cirinya! Foto: Kemenkeu
Michelle Natalia

JAKARTA, iNews.id - Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Joko Prihanto mengingatkan masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap penipuan lelang yang mengatasnamakan DJKN. 

"Jangan mudah percaya kalau ada selebaran atau yang menawarkan lelang dengan harga tidak wajar. Misal harga pasar Rp500 juta, ditawarkan cuma Rp150 juta," kata dia dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (8/7/2022). 

Tak hanya itu, motif lainnya adalah penipuan melalui telepon, di mana pelaku memperkenalkan diri sebagai pegawai DJKN atau pegawai Kementerian Keuangan, yang bisa membantu memenangkan lelang. 

"Itu sudah penipuan. Lelang sekarang sudah pada platform digital di lelang.go.id, sudah enggak bisa pesan-pesan atau titip jadi pemenang. Kalau mau jadi lelang, ya lelang dengan adil, bersaing harga tinggi," ujar Joko.

Selain itu, para penipu lelang juga sering menggunakan akun media sosial palsu, yang dibuat mirip dengan akun resmi instansi pemerintah. Bahkan juga menggunakan logo. 

"Paling penting, biasanya bila menelepon, para penipu minta transfer uang ke rekening pribadi, bukan rekening resmi kantor. Kalau ikut di lelang.go.id kan nyetor uang jaminan dan lainnya semua ke rekening resmi kantor atau bendahara penerima," ujar Joko.

Ciri lainnya, penipu aktif menelepon calon korban terus-menerus dengan jeda beberapa menit saja. Begitu uangnya sudah ditransfer, nomor yang mereka gunakan sudah tidak bisa dihubungi lagi. 

"Itu ciri-ciri penipuan. Jadi kalau mau ikut lelang, langsung saja di lelang.go.id. Kalau ada yang mau ditanyakan bisa menghubungi HaloDJKN 150-991 atau kantor DJKN terdekat. Nanyanya sebelum transfer dana ke penipu, pastikan apa ada tawaran itu secara resmi atau tidak, jangan setelah transfer baru nanya. Mestinya nanya dulu, jangan sampai nanti nangis jadinya," tuturnya.



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT