Hilirisasi Nikel Bikin Indonesia Untung Besar, Segini Nilainya

Suparjo Ramalan
Direktur Utama (Dirut) Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho. (Foto: istimewa)

Dua diantaranya adalah LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL). Kedua perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) itu ikut bergabung ke dalam proyek besar IBC yakni proyek Titan dan Dragon. 

Atas komitmen tersebut, lanjut Toto, IBC mendapatkan nilai investasi sebesar Rp USD 15 miliar atau setara dengan Rp 215 triliun. Perolehan investasi itu ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada Maret 2022 lalu. 

"Angka investasi dari kedua proyek ini sesuai dengan komitmen mereka yang sudah ditandatangani melalui Framework Agreement bulan Maret tahun lalu itu berkisar hampir Rp 200 triliun," ungkap Toto. 

Dia memaparkan, Indonesia memiliki kemampuan memiliki baterai cell secara mandiri. Namun, proses produksi dari hulu ke hilirnya membutuhkan waktu dan biaya investasi yang sangat besar. 

"Walau kita sudah bermitra dengan (produsen baterai) nomor 1 dan nomor 2 di dunia, itu kita membutuhkan hampir 4 tahun untuk bisa mendapatkan baterai cell kita dari nikel Indonesia," tutur Toto.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
6 bulan lalu

Heboh Nama Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana Angkut Hasil Tambang Nikel, Ada Niat Tak Baik?

Bisnis
8 bulan lalu

MIND ID Perkuat Integrasi Rantai Nilai Mineral Nasional untuk Dongkrak Ekonomi

Bisnis
9 bulan lalu

IBC Beberkan Kendala Akuisisi 5 Persen Saham Pabrik Baterai Hyundai-LG

Bisnis
1 tahun lalu

Pemerintahan Prabowo bakal Genjot Hilirisasi Nikel untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal