Alexey Mordashov, salah satu dari miliarder Rusia yang telah mengalihkan saham untuk mengindari sanksi Barat. (Foto: Reuters)
Jeanny Aipassa

LONDON, iNews.id - Sejumlah miliarder Rusia secara diam-diam mengalihkan saham mereka ke istri bahkan karyawan, untuk menghindari sanksi Barat, antara lain dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE) dan Inggris.  

Seperti dilansir Bloomberg, Minggu (13/3/2022), para miliarder yang disebut oligarki Rusia itu, telah mengalihkan saham mereka di sejumlah perusahaan ke anggota keluarga bahkan karyawan sebelum sanksi Barat ke Rusia berlaku efektif, 

Para miliarder seolah telah mengantisipasi sanksi Barat, sehingga bertindak lebih cepat mengamankan kekayaan mereka, saat AS, UE, dan Inggris mengumumkan sanksi terhadap Rusia, pada 28 Februari 2022. 

Seperti diketahui, Barat telah menjatuhkan sanksi pembekuan aset dan rekening perbankan terhadap miliarder Rusia sebagai bentuk tekanan kepada Presiden Vladimir Putin terkait invasi militer ke Ukraina. 

Bloomberg melaporkan, otoritas AS, UE dan Inggris menargetkan aset para miliarder Rusia, baik kapal pesir mewah, real estate, dan klub olahraga, namun kalah langkah dari para miliarder Rusia yang mengalihkan aset mereka secara diam-diam.

Salah satu miliarder Rusia yang  belakangan diketahui telah mengalihkan sahamnya adalah Alexey Mordashov. Orang terkaya ke-4 di Rusia itu, mengalihkan saham senilai 1,1 miliar dolar AS di perusahaan pertambangan, Nordgold, kepada istrinya, Marina Mordashov, tepat di hari sanksi Barat terhadapnya diumumkan.

Selain itu, Alexey Mordashov juga mengalihkan sebagian dari saham senilai 1,7 miliar dolar AS di TUI AG, perusahaan induk Siprus, ke perusahaan yang tergabung dalam British Virgin Islands.

Langkah yang sama juga dilakukan miliarder Rusia, Mikhail Fridman, yang diberi sanksi oleh UE bersama Mordashov dan mitra bisnisnya Petr Aven. 
Mikhail Fridman diketahui telah mengalihkan saham ke tiga perusahaan di Inggris, di mana dia tidak dikenai sanksi. Dia juga mentransfer saham ke mantan karyawan di LetterOne, perusahaan investasi yang dia dirikan bersama.

Bloomberg melaporkan, miliarder Rusia lainnya, Vadim Moshkovich,  memangkas sahamnya di pertanian Ros Agro Plc menjadi di bawah 50 persen sebelum sanksi Barat berlaku efektif. 

Selain itu, miliarder Rusia, Andrey Melnichenko, mengundurkan diri sebagai penerima manfaat dari sekitar 17 miliar dolar AS sahamnya di produsen pupuk, EuroChem, dan pemasok batubara termal, Suek, pada 9 Maret 2022, tepat di hari dia dikenai sanksi Barat. 

Pemerintah AS dikabarkan telah bekerja sama dengan Office of Foreign Assets Control (OFAC) untuk mendeteksi akun dan perusahaan yang relevan dengan para miliarder Rusia yang dikenai sanksi karena memiliki kedekatan dengan Presiden Putin. 

Howard Mendelsohn, kepala klien di Kharon, mengatakan perlu waktu bagi lembaga keuangan untuk mengidentifikasi akun terkait dari individu yang terkena sanksi yang belum diketahui secara luas. Hal ini yang dimanfaatkan para miliarder Rusia untuk mengalihkan saham mereka secara diam-diam untuk menghindari sanksi Barat.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT