IFG Dipuji Komunitas Keuangan Global Gara-gara Ini

Suparjo Ramalan
Fauzi Ichsan. (Foto: istimewa)

Industri asuransi, lanjut Fauzi, tidak pernah mengalami krisis serupa. Pemegang polis juga tidak bisa berbondong-bondong menarik uangnya karena memang secara kontrak tidak bisa dilakukan.

Hal ini menyebabkan banyak perusahaan asuransi yang secara permodalan minim, tetapi masih bisa diperbolehkan beroperasi. Di sisi lain, industri asuransi juga tidak memiliki institusi serupa LPS yang menjadi garda akhir untuk solusi perusahaan asuransi yang gagal. 

Menurut dia, dengan tidak adanya otoritas resolusi di industri asuransi serta opsi penyelamatan yang bisa menangani kasus perusahaan asuransi yang gagal, mau tidak mau, IKNB harus berkaca pada industri perbankan. 

"Resolusi dengan opsi bridge bank yang pernah dilakukan IFG dalam menangani perusahaan asuransi yang gagal menjadi salah satu contoh terbaik dalam kondisi tersebut,” ujar Fauzi. 

Dia menjelaskan, penanganan perusahaan asuransi yang gagal dengan mekanisme bridge bank membelah perusahaan asuransi tersebut menjadi dua bagian. 
Pertama, bank asal yang gagal, yang dijuluki bad bank dan nantinya akan dilikuidasi. Kedua adalah good bank, yang dibentuk baru untuk menerima aset yang sehat dan kewajiban dengan status hukum yang paling tinggi dari bank asal. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
1 tahun lalu

Jiwasraya Mau Dibubarkan, IFG Minta Eks Pemegang Polis Segera Restrukturisasi

Bisnis
2 tahun lalu

Kemenkeu Target PMN IFG Rp3,5 Triliun Cair Awal 2024

Bisnis
2 tahun lalu

IFG Gelar Konferensi Internasional, Bawa Misi Penguatan Literasi Bisnis Asuransi

Bisnis
3 tahun lalu

IFG Rombak Direksi, Hexana Tri Sasongko Dirut, Haru Koesmahargyo Wadirut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal