Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 53,1 poin atau 0,82 persen di level 6.605 pada perdagangan sesi I, Kamis (4/11/2021). (foto: dok. iNews.id)
Dinar Fitra Maghiszha

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 53,1 poin atau 0,82 persen di level 6.605,844 pada perdagangan sesi I, Kamis (4/11/2021). Sejak awal perdagangan dibuka pagi tadi, IHSG sudah memperlihatkan tren penguatan, dan melanjutkan penguatan pada hari sebelumnya.

Adapun terdapat 354 emiten menguat, 153 yang melemah, dan 158 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp6,4 triliun dari 10,7 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Selain IHSG, sejumlah indeks juga turut menguat seperti indeks LQ45 naik 0,72 persen di 951,92, JII naik 0,84 persen di 566,89, IDX30 naik 0,62 persen di 505,70, dan MNC36 naik 0,72 persen di 322,56.

Menilik indeks sektoral, semuanya ikut menguat seperti: bahan baku (1,42 persen), energi (2,23 persen), keuangan (0,59 persen), industri (0,86 persen), kesehatan (0,25 persen), infrastruktur (0,51 persen), properti (0,43 persen) transportasi (1,77 persen), teknologi (1,08 persen), konsumsi siklikal (0,95 persen) dan non-siklikal (0,69 persen)

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) naik 34,93 persen di 197, saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) menguat naik 26,39 persen ke 182, dan saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) naik 8,05 persen di 188.

Saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) turun 5,49 persen di 310, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) turun 5,10 persen di 2420, dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) turun 5,04 persen di 264.

Head of Analyst Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy meyakini ada peluang dari IHSG untuk menembus level 6.700 mengingat sentimen positif dari kesiapan pasar dalam negeri merespons tapering di Amerika Serikat.

Sementara itu, katalis positif juga datang dari kebijakan moneter di tanah air.

"Kita melihat di Indonesia sudah lebih baik, indikator-indikator makro ekonomi dan fiskal di mana neraca perdagangan juga surplus. Peluang untuk ke 6.700 cukup lebar sampai akhir tahun bahkan sampai awal tahun depan. Sentimen positif masih belum selesai," terangnya dalam program Power Breakfast, Kamis (4/11/2021).


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT