Khususnya di Indonesia dan Vietnam, ekonomi digitalnya terus tumbuh hingga dua digit. Berbeda dengan Singapura yang menyusut 24 persen menjadi 9 miliar dolar AS karena sektor perjalanan yang terpukul. Industri online di kawasan ini akan meningkat tiga kali lipat menjadi 309 miliar dolar AS dalam nilai barang dagangan kotor pada 2025.
Sementara itu, laporan tersebut mencatat pertumbuhan e-commerce melonjak hingga 63 persen mencapai nilai 62 miliar dolar AS pada ini. Namun, berbeda dengan sektor perjalanan yang terkontraksi 58 persen menjadi 14 miliar dolar AS.
Menurut wearesocial.com, dengan peningkatan pengguna online sebesar 11 persen, Asia Tenggara menjadi salah satu pasar internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Itu dibandingkan dengan 4,7 miliar pengguna internet di seluruh dunia, yang naik 7,4 persen dari tahun lalu.
Pertumbuhan penggunaan internet di Asia Tenggara telah membantu lahirnya startup berstatus unicorn seperti Grab dan Gojek, yang telah menarik miliaran dolar AS pendanaan dari perusahaan teknologi dan investasi global. Total kesepakatan mencapai 6,3 miliar dolar AS hingga paruh pertama 2020.