Indonesia Ekspor Batu Bara ke Eropa, Pengamat: Jangan Lupa Penuhi DMO 20 Persen

Ikhsan Permana SP
Ilustrasi ekspor batu bara. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta mengawasi perusahaan batu bara agar tidak melupakan kewajiban domestic market obligation (DMO), seiring permintaan ekspor yang tinggi termasuk dari eropa

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan pengusaha batu bara harus mendahulukan kewajiban DMO batu bara, terutama memenuhi kebutuhan PLN untuk pembangkit listrik, sebelum melakukan ekspor.

"Kebutuhan domestik kan sekitar 20 persen yang dibutuhkan oleh PLN, sisanya 80 persen dan kalau pengusaha bisa meningkatkan produksinya lebih besar lagi, maka volume ekspor batu bara ke Eropa Barat lebih besar tanpa meninggalkan kewajiban DMO 20 persen dari total produksi,"  kata Fahmy kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (12/7/2022).

Dia menjelaskan, apabila DMO sudah terpenuhi, artinya pasokan batu bara di dalam negeri sudah bisa dipastikan aman dan perusahaan batu bara bisa leluasa untuk melakukan ekspor.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada beberapa kesepakatan ekspor batu bara Indonesi ke beberapa negara di Eropa. Hal itu, terkait dengan krisis energi yang terjadi di Eropa, seiring dibatasinya pasoikan gas Rusia.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

4 hari lalu

Low Tuck Kwong Terdepak dari Pucuk Orang Terkaya Indonesia, Harta Menyusut Rp44 Triliun

13 hari lalu

Islandia Panggil Dubes AS Buntut Posting-an Trump Negaranya Ditandai Bendera Amerika

18 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Renggut 16.300 Nyawa di Jerman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal