Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: dok iNews)
Heri Purnomo

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memperkirakan inflasi akhir tahun 2022 mendekati angka 5 persen. Angka tersebut melebihi batas atas inflasi yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 4,5 persen. 

"Secara keseluruhan memang kita perkirakan inflasi tahun ini kemungkinan besar akan lebih tinggi dari batas atas 4,5 persen dan bisa mendekati sekitar 5 persen akhir tahun ini," kata Perry, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (31/8/2022). 

Sedangkan untuk tahun 2023, Perry juga memperkirakan inflasi akan lebih tinggi dari batas atas inflasi yang dipatok pemerintah di kisaran 4 persen. 
"Dan untuk tahun depan juga kemungkinan ada resiko melebih batas atas dari sasaran yaitu di atas 4 persen," ujar Perry. 

Dia mengungkapkan, tingkat inflasi akan dipengaruhi oleh bagaimama pemerintah dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berkaitan dengan penyediaan subsidi untuk berbagai hal. 

Menurut dia, sejauh ini pemerintah sudah melakukan respon yang cukup baik dalam menekan laju inflasi dengan melakukan pengendalian harga pangan lewat Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID). 

"Dalam Rakornas TPIP-TPID, pak presiden instruksikan pengendalian pangan ini kerja sama dengan daerah. Mulai dari operasi pasar, bahkan gunakan anggaran darurat pemda untuk kendalikan inflasi," kata Perry. 

Kemudian dari sisi moneter pemerintah melakukan intervensi di pasar valas, maupun menaikkan suku bunga. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif ke bank-bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor prioritas dan UMKM. 



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT