Inflasi AS Turun Jadi 8,3 Persen di Agustus 2022, Ini Pemicunya

Dinar Fitra Maghiszha
Tekanan inflasi Amerika Serikat di Agustus 2022 berkurang seiring turunnya harga minyak dan gas dunia. (Foto: dok iNews)

Para analis memandang hal ini tidak serta merta membuat Fed mengurungkan niat suku bunga agresifnya, mengingat rencana mereka untuk mengembalikan inflasi sesuai target di kisaran 2 persen.

"Saya pikir The Fed akan menaikkan 75 basis poin meskipun angkanya masih lemah, tapi mereka mungkin dapat memperlambat langkah (agresif)," kata  Analis Nordea, Niels Christensen, dilansir Reuters, Selasa (13/9).

Dana Fed berjangka sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga setengah poin pada pertemuan FOMC The Fed minggu depan. Saat ini peluang kenaikan 75 bps mendapat respons pasar sebesar 85 persen, dibandingkan 50 bps.

"Gubernur Fed Jerome Powell cukup tegas ketika dia berbicara minggu lalu. Sudah sangat jelas bahwa mereka akan melawan inflasi," bunyi poin FOMC The Fed.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

3 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS

4 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

5 hari lalu

Inflasi Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen, Harga Cabai hingga Sayuran Jadi Biang Kerok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal