Menurut dia, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Airbus Flight Hours Services (FHS) untuk memberikan komponen secara tepat waktu, di mana pun mereka dibutuhkan. Pasalnya, GMFI memiliki kewenangan untuk menangani beberapa komponen-komponen Airbus yang bermasalah.
"Hal ini juga memperkuat kesuksesan kemitraan jangka panjang antara Airbus, Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia serta menunjukkan dukungan kami terhadap perkembangan sektor aviasi Indonesia," ucapnya.
Airbus dan GMFI juga memiliki hubungan jangka panjang terkait kerja sama pelatihan perawatan pesawat. Kerja sama ini membuka peluang bagi GMFI untuk menawarkan pelatihan perawatan pesawat dengan sertifikasi Airbus dari fasilitasnya ke seluruh pelanggannya di Asia Tenggara.
Airbus dan Garuda lndonesia telah menjadi mitra sejak 1979 ketika maskapai nasional tersebut memesan Airbus A300B4s. Saat ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 24 pesawat berbadan lebar Airbus A330, sementara unit berbiaya rendahnya Citilink, mengoperasikan 51 unit A320. Garuda Indonesia juga telah memesan 14 unit pesawat berbadan lebar A330neo.