Selain itu, penandatanganan MoU untuk beragam produk senilai 150 juta dolar AS di KBRI Beijing pada 11 November 2021.
“Saya menyampaikan selamat kepada perusahaan Indonesia yang telah berhasil mencapai kesepakatan bisnis dan mengapresiasi importir Tiongkok yang telah berkomitmen membangun bisnis jangka panjang dengan Indonesia,” ucap Jerry.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengungkapkan, hingga saat ini gelaran TEI-DE 2021 telah mencatatkan transaksi lebih dari 6 miliar dolar AS. Pada gelaran ini, transaksi dengan mitra dagang Tiongkok telah mencapai 1,78 miliar dolar AS atau 29,6 persen dari total transaksi.
“Keberhasilan transaksi TEI yang telah melampaui target merupakan berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring buyer. Diharapkan perolehan transaksi akan semakin besar di masa yang akan datang,” ucap Didi.
Pada periode Januari-September 2021 total perdagangan Indonesia Tiongkok mencapai 75,88 miliar dolar AS, naik 50,92 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar 36,29 miliar dolar AS sedangkan impor Indonesia dari Tiongkok sebesar 39,49 miliar dolar AS.
Produk/komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok diantaranya nikel, batubara, lignite, minyak nabati, dan baja. Sementara impor Indonesia dari Tiongkok diantaranya suku cadang alat transmisi, vaksin, produk dan suku cadang elektronik, bawang putih, serta produk besi baja.