Ini Tiga Prinsip Dasar Investasi dari Warren Buffett yang Ditiru Miliarder Dunia

Jeanny Aipassa
Investor legendaris Warren Buffett. (Foto: Reuters)

2. Beli saham berkualitas
"Jauh lebih baik untuk membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar, daripada perusahaan yang wajar (standar/biasa) dengan harga yang luar biasa (mahal)."

Investor harus memahami apa yang dilakukan perusahaan dan juga mengetahui berapa banyak yang harus dibayar untuk sahamnya. 

Strategi investasi awal Warren Buffett adalah membeli saham yang sangat murah. Kualitas mereka tidak terlalu penting jika harganya sangat murah. Karena itu, dia yakin dia masih bisa menghasilkan uang. 

Namun fokus Warren Buffett kemudian berubah menjadi membeli saham dengan keunggulan kompetitif yang kuat, atau diistilahkan sebafai parit ekonomi. Sesuai sifatnya, perusahaan semacam itu tidak terlalu umum dan biasanya lebih dihargai. 

Warren Buffett percaya bahwa setelah menemukan perusahaan yang baik, investor aktif harus bertaruh besar. Jika tidak, ia mungkin masih akan tetap melacak pergerakan indeks. Dia mengumpamakannya dengan  memisahkan gandum dari sekam. Meskipun membutuhkan waktu, investor  tetap dapat meyakini bahwa perusahaan yang sahamnya dikoleksi dapat  mengumpulkan pendapatan untuk tahun-tahun mendatang.

3. Jangka Panjang
"Jika Anda tidak berpikir untuk memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama sepuluh menit."

Dengan berita yang datang deras dan cepat setiap hari, ada kecenderungan untuk berpikir bahwa investor perlu bereaksi terhadap segalanya. 

Tapi Warren Buffett tidak setuju dengan hal itu. Dia berpikir bahwa kelambanan adalah kunci untuk meningkatkan kekayaan. Inilah mengapa dia mengatakan periode holding favoritnya adalah jangka panjang atau 'selamanya'.

Meskipun sesekali menjual sahamnya, Warren Buffett tidak pernah melepas seluruh kepemilikan dari portofolio saham perusahaan yang dikoleksinya. 

Sebagai contoh, Warren Buffett pertama kali mulai berinvestasi di Coca-Cola pada akhir 1980-an dan masih memegang sahamnya hingga sekarang.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Nasional
4 hari lalu

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2026, Elon Musk Unggul Jauh!

Nasional
5 hari lalu

Danantara Garap 20 Proyek Hilirisasi Senilai Rp429 Triliun, Buka 600.000 Lapangan Kerja

Nasional
5 hari lalu

Bahlil Kaji Rencana Setop Ekspor Timah, Ajak Investor Perkuat Hilirisasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal