Disamping itu pada penyelenggaraan expo ini menurutnya juga cukup memberikan lapangan pekerjaan yang luas meskipun penyelengaraan event tidak sampai genap dua bulan.
"Kita mempersiapkan tenaga kerja juga besar dalam persiapan rangkaian acara Jakarta Fair hingga pembongkaran kita bisa katakan bahwa kurang lebih 30 sampai 40 ribu tenaga kerja akan diserap," ungkap Ralph.
"Mulai dari SPG, kontraktor, cleaning service dan seterusnya, itu kontribusi kita khusunya untuk kota Jakarta dalam membantu mengurangi pengangguran itu salah satu bentuknya," ujar Ralph.
Koordinator Pariwisata, KUKM, Perindag, Biro Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Saraswati, mengatakan penyelenggara berbagai even di Jakarta menjadi pendominasi struktur perekonomian Jakarta yang nilainya mencapai 75 persen.
Oleh karenya melalui penyelenggara Jakarta Fair tersebut diharapkan bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi Jakarta maupun menekan angka pengangguran yang sebelumnya banyak terdampak pandemi.
Dia mengungkapkan, serapan tenaga kerja pada gelaran Jakarta Fair membantu masyarakat yang sebelumnya kehilangan pekerjaan kembali memiliki penghasilan. Menurutnya pada tahun 2018 atau 2019, Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair dapat menyerap hingga 50.000 tenaga kerja.
"Sebagaimana di ajang Jakarta fair Kemayoran tahun 2019 dan 2018 yang telah membantu menyerap tenaga kerja sebanyak 50 ribu orang," tutur Saraswati.