Jokowi menyampaikan sejumlah pesan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (5/4/2022). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Raka Dwi Novianto

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji bakal mencabut larangan ekspor CPO,  bahan baku minyak goreng, dan turunannya jika kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

Jokowi paham, pelarangan ekspor minyak goreng tidak boleh berlangsung lama. Pasalnya, negara membutuhkan pajak dari ekspor minyak goreng.

"Ini yang menjadi patokan saya untuk mengevaluasi kebijakan itu begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak, negara perlu devisa negara perlu surplus neraca perdagangan," kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/4/2022).

Namun, Jokowi menegaskan, prioritas utamanya adalah memenuhi kebutuhan rakyat. Salah satu langkah yang tepat diambil saat ini adalah melakukan larangan ekspor CPO dan produk turunannya.

"Memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih penting," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi meminta kepada para pelaku usaha minyak sawit agar melihat larangan ekspor minyak goreng yang dikeluarkannya dengan lebih baik dan jernih.

"Saya minta para pelaku usaha minyak sawit untuk melihat masalah ini dengan lebih baik dengan lebih jernih. Dan saya sebagai presiden tak mungkin membiarkan itu terjadi sudah empat bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan namun belum efektif," tutur Jokowi.

Jokowi mengakui selalu mengikuti dengan seksama dinamika di masyarakat mengenai keputusan pelarangan ekspor barang baku minyak goreng dan minyak goreng tersebut.

"Saya ingin menegaskan bagi pemerintah kebutuhan pokok masyarakat adalah yang utama. Ini prioritas palang tinggi dalam pertimbangan setiap membuat keputusan," ujarnya.

Keputusan pelarangan ekspor tersebut, menjadi keprihatinan Jokowi karena masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng. 

"Sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia ironis kita malah kesulitan mendapatkan minyak goreng," ucapnya.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT