Jokowi Harap Pendanaan dari Negara Maju Terpenuhi untuk Dorong Perubahan Iklim

Suparjo Ramalan
Pendanaan adaptasi dari negara maju diharapkan segera terpenuhi guna mempercepat upaya penanganan perubahan iklim di Indonesia. (Foto: Ist)

"Indonesia juga akan melakukan restorasi sebesar 64 ribu hektare lahan mangrove. Ini sangat penting karena mangrove menyimpan karbon 3-4 kali lebih besar dibandingkan lahan gambut,” kata dia.

Terkait hal tersebut, PT PLN (Persero) mendukung penuh program dekarbonisasi yang diusung pemerintah guna menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan menggunakan skenario business as usual (BAU), Indonesia diperkirakan memberikan kontribusi 4 miliar ton CO2 per tahun pada 2060 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

"PLN memiliki peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan energi hijau di Indonesia. Kami berkomitmen untuk melakukan dekarbonisasi," ucap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam seri diskusi bertemakan Becoming the World's Leader in Green Economy dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Menurutnya, dalam skenario BAU, emisi sektor listrik mencapai 0,92 miliar ton CO2 pada 2060. Untuk itu, PLN meluncurkan strategi demi menjadi perusahaan listrik yang bersih dan hijau. Salah satunya dengan menghentikan pembangunan serta mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) eksisting secara bertahap. 

Berdasarkan peta jalan, PLN akan mempensiunkan PLTU subcritical  sebesar 10 gigawatt (GW) pada tahun 2035. Kemudian PLTU supercritical sebesar 10 GW juga akan dipensiunkan pada tahun 2045. Tahap terakhir pada tahun 2055, PLTU ultra supercritical 55 GW dipensiunkan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
24 hari lalu

Ancaman Serius Perubahan Iklim di Indonesia, Suhu Makin Panas hingga Pola Hujan Bergeser

Nasional
24 hari lalu

BMKG Ungkap Bukti Nyata Perubahan Iklim, Curah Hujan di RI Meningkat

Nasional
1 bulan lalu

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains

Internasional
1 bulan lalu

Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal