Presiden Tetapkan Panitia Nasional Presidensi G-20, Menko Airlangga Pimpin Sherpa Track

Aditya Pratama
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian).

Pandemi Covid-19 menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh forum ini, dan ekspektasi bahwa Indonesia akan memimpin langkah strategis untuk mengatasi dampak pandemi. Menko Airlangga menjelaskan, lima nilai strategis bagi Indonesia dalam memegang Presidensi G-20, yaitu: 

1. Sinergi antara Indonesia dan dunia internasional dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi global dan nasional dari pandemi Covid-19. 

2. Indonesia akan memiliki suara dalam menentukan arah ekonomi global pasca krisis, termasuk di dalamnya stabilitas sistem keuangan internasional. 

3. Presidensi G-20 akan dimanfaatkan pemerintah untuk menampilkan keberhasilan reformasi struktural dan keuangan Indonesia di tengah pandemi, seperti UU Cipta Kerja, transisi energi termasuk peningkatan kandungan biodiesel, dan pendirian SWF Indonesia.

4. Indonesia akan memanfaatkan dukungan internasional terhadap prioritas pemerintah. Isu-isu seperti digitalisasi, pengembangan SDM, pemberdayaan perempuan dan pemuda, ketersediaan vaksin, dan persiapan sistem kesehatan untuk memitigasi risiko pandemi masa depan akan menjadi beberapa bahasan utama Presidensi G-20 tahun mendatang 

5. Presidensi G20 Indonesia berpotensi menghasilkan devisa bagi Indonesia jika diselenggarakan secara fisik pada akhir tahun 2022. 

Untuk mendukung kesiapan infrastruktur teknologi dalam persiapan Presidensi G-20 Indonesia, pemerintah telah membangun portal Document Management System (DMS) untuk menata secara digital dokumen substansi terkait G-20 dan menjadi bagian integral Sekretariat Sherpa G-20 Indonesia yang dapat diakses oleh seluruh K/L yang terlibat di G-20. 

"Ini merupakan insiatif yang sangat bagus, untuk memastikan proses penyusunan substansi yang transparan dan akuntabel, terutama bagi instansi yang selama ini menaungi G-20," ujar Airlangga.

Sesuai kesepakatan KTT G-20 di Riyadh pada 2020, Indonesia akan menjadi Presidensi G-20 pada tahun depan. Keputusan ini maju setahun lebih awal dari rencana semula pada 2023 setelah India mengajukan pertukaran dengan Indonesia karena India membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang. 

Alasan lainnya ialah karena Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023. KTT G-20 rencananya akan diselenggarakan pada November 2022 di Bali, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap pertemuan yang akan dilakukan secara fisik, dengan melibatkan sekitar 6.500 delegasi asing.

Sekadar informasi, Forum G-20 merupakan The Only Global Premier Economic Forum yang menjadi representasi perekonomian dunia karena negara-negara yang tergabung di dalamnya menguasai 85 persen dari PDB dunia. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Janji Rismon kepada Gibran, Siap Tebus Kegaduhan Ijazah Jokowi

Nasional
10 jam lalu

Jokowi Serahkan soal Restorative Justice Rismon Sianipar ke Polisi dan Kuasa Hukum

Nasional
10 jam lalu

Breaking News: Jokowi Maafkan Rismon Sianipar 

Nasional
13 jam lalu

Rismon Sianipar Temui Gibran usai Minta Maaf ke Jokowi: Silaturahmi Aja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal