Kelompok Pro-Rusia Kumpulkan Kripto Senilai Rp6 Miliar untuk Militer dan Hindari Sanksi AS

Dinar Fitra Maghiszha
Kelompok Pro-Rusia kumpulkan kripto senilai Rp6 miliar untuk militer dan hindari Sanksi AS. (Foto: Istimewa)

MOSKOW, iNews.id - Kelompok-kelompok pendukung Rusia mengumpulkan dana dalam mata uang kripto untuk mendukung operasi militer. Selain itu, juga demi membantu menghindari sanksi Amerika Serikat (AS) karena menginvasi Ukraina. 

Menurut perusahaan kepatuhan aset digital dan manajemen risiko, TRM Labs, sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari hingga 22 September 2022 lalu, kelompok penggalangan dana tersebut telah mengumpulkan 400.000 dolar AS atau setara Rp6,1 miliar.

Mengutip CNBC International, kelompok tersebut mengunakan aplikasi pesan terenkripsi Telegram, untuk menawarkan cara kepada orang mengirim dana yang digunakan untuk memasok kelompok milisi yang berafiliasi dengan Rusia dan mendukung pelatihan tempur di lokasi yang dekat dengan perbatasan dengan Ukraina.

Satu kelompok yang diidentifikasi TRM Labs mengumpulkan dana adalah Task Force Rusich. Departemen Keuangan AS menggambarkan kelompok ini sebagai kelompok paramiliter neo-Nazi yang telah berpartisipasi dalam pertempuran bersama militer Rusia di Ukraina. Kantor Pengawasan Aset Asing (OFCA) Departemen Keuangan telah memberikan sanksi kepada Gugus Tugas Rusich.

Di saluran Telegram, TRM Labs menemukan kelompok ini ingin mengumpulkan uang untuk membeli barang-barang seperti peralatan pencitraan termal dan radio. Laporan itu juga mengungkapkan, Pusat Koordinasi Bantuan Novorossia, yang didirikan pada 2014 untuk mendukung operasi Rusia di Ukraina, mengumpulkan sekitar 21.000 dolar AS dalam mata uang kripto, terutama Bitcoin, dengan tujuan untuk membeli drone.

Rusia terkena sejumlah sanksi setelah menginvasi Ukraina awal tahun ini. Pada saat itu, ada kekhawatiran Rusia dapat menggunakan kripto ntuk menghindari sanksi. Namun, para ahli mengatakan bahwa tidak ada cukup likuiditas dalam sistem kripto pada skala yang dibutuhkan Rusia untuk memindahkan uang.

Tetapi dengan kelompok paramiliter, mereka memindahkan uang dalam skala yang lebih kecil, yang cukup untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
3 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal