Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketut Prasetyo mengatakan gerakan kewirausahaan merupakan program yang juga sudah berjalan di Unesa.
"Kewirausahaan jadi mata kuliah wajib di Unesa. Karena itu, Gerakan Mahasiswa Pengusaha yang digagas oleh Kemenkop dan UKM sangat bagus untuk mendukung peringkatan jumlah kewirausahaan," kata Ketut.
Gerakan Mahasiswa Pengusaha diikuti sebanyak 1.400 orang mahasiswa dari 59 perguruan tinggi dari sembilan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Bali.
Sejumlah perguruan tinggi yang ikut antara lain, Universitas Sanggabuana, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Islam Sumatera Utara, Ikopin, Universitas Islam Madura, Poltek LP3I Bandung, Pdan oliteknik Negeri Bandung.
Setelah peresmian Gerakan Mahasiswa Pengusaha oleh Menteri, sebanyak 150 mahasiswa di Bali langsung mengikuti workshop kewirausahaan. Pada saat yang sama, dilaksanakan juga workshop yang sama serentak di delapan provinsi lainnya.
Proses Seleksi
Dalam Gerakan Mahasiswa Pengusaha, mahasiswa yang akan ikut harus menjalani proses seleksi. Pada tahap awal, dilakukan workshop kewirausahaan selama satu hari yang diikuti 150 mahasiswa yang sudah mempunyai rintisan usaha atau yang ingin berwirausaha.
Selanjutnya mereka diseleksi menjadi 80 orang peserta yang dibagi dalam dua angkatan untuk mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan melalui GKN selama tiga hari dengan materi menggali ide bisnis dan penyusunan proposal bisnis.
Seleksi akhir dilakukan dengan penilaian terhadap proposal bisnis/rencana bisnis yang telah disusun oleh peserta. Sebanyak 20 peserta yang lolos seleksi proposal bisnis mendapatkan bantuan Wirausaha Pemula dari Kemenkop dan UKM sebesar Rp10 juta - 13 juta.