Kementan: Indonesia Tidak Impor Babi dari China

Antara
Babi. (Foto: ilustrasi/iNews.id)

Terkait dengan virus flu babi tipe baru, Agus mengatakan, Kementan telah meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

"Kalau penyakit ini lalu lintasnya barang dari material babi. Kalau lalu lintas babi hidup, biasanya lewat pelabuhan internasional, untuk produk babi bisa pelabuhan bisa bandara tergantung jumlahnya," kata dia.

Agus menambahkan pengawasan terhadap produk babi telah dilakukan sejak merebaknya kasus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika pada tahun lalu di China. Dari sisi penumpang, penutupan larangan terbang dari China menurunkan risiko masuknya produk.

"Sejak kasus ASF, kita sudah siap karena setiap penumpang dari China di bandara yang membawa produk babi, pasti kita tahan, kita uji, kemudian kita musnahkan. Namun dengan adanya penutupan karena Covid-19, ini sedikit menurunkan risiko penyebaran," kata Agus.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
18 hari lalu

Kementan Targetkan Produksi Susu Nasional Naik Mulai 2027, Kejar Swasembada

18 hari lalu

Ekspor Telur dan Ayam Indonesia Meningkat, Kementan Bidik Pasar Baru

19 hari lalu

25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal bakal Ditarik, Mentan: Cabut Izinnya dan Proses Hukum

19 hari lalu

90 Persen Beras Fortifikasi Dijual Tak Sesuai Syarat, Kerugian Konsumen Ditaksir Rp89 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal