Kementerian BUMN Ungkap Alasan Gandeng Operator India Kelola Bandara Kualanamu

Suparjo Ramalan
Kementerian BUMN ungkap alasan gandeng operator India kelola Bandara Kualanamu. Foto: AP II

Dia menuturkan, kerja sama kedua pihak melalui skema build operate transfer (BOT) dengan jangka waktu hingga 25 tahun. Jadi, setelah kontrak kerja berakhir, maka seluruh aset tetap dikembalikan kepada AP II. Karena itu, Tiko -sapaan akrab Kartika- membantah kabar soal pelepasan saham Bandara Kualanamu kepada GMR Airport International. 

"Saya rasa ini deal yang sangat baik dan prosesnya kita kawal. Kita juga minta BPKP untuk mengawal juga InsyaAllah ini menjadi satu kerja sama strategis dan setelah 25 tahun nanti setelah bandaranya sudah bagus dan meningkat kualitasnya akan kembali lagi menjadi milik AP II," tuturnya. 

Adapun komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu dimiliki Angkasa Pura Aviasi sebanyak 51 persen dan 49 persen dimiliki GMR. Pemegang saham mencatat kerja sama sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
26 hari lalu

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Nasional
1 bulan lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
1 bulan lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal