Kepala Bapanas Ungkap Biang Kerok Harga Pangan RI Tak Stabil

Tangguh Yudha
ilustrasi pangan. (Foto: Reuters)

"Tantangan pangan global itu sebenarnya hari ini cukup mengkhawatirkan. Jumlah penduduknya naik, lahan makin sempit, harga makin mahal, geo politiknya tidak bisa kita prediksi. Salah satu solusinya tentu kita tingkatkan produksi dalam negeri," ujar Arief.

"Namun setelah produksi dalam negeri naik, sudah banyak, saking banyaknya malah harganya jatuh. Jadinya petaninya enggan nanam lagi, peternak juga. Kita tidak ingin begitu. Jadi tugas kita semua, termasuk Badan Pangan Nasional bersama BUMN, mempersiapkan pada saat produksi meninggi berperan sebagai offtaker," tutud dia.

Arief mengklaim pihaknya menaruh atensi pada pengembangan sarana prasarana cold chain. Ia mengaku telah menyampaikan masalah ini kepada Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan.

"Di luar negeri sudah mulai sejak lama. Kalau kita baru mulai, tidak mengapa. Kita sudah memulai tapi cepat, karena Indonesia ini tidak seperti negara lain, kita ini negara kepulauan. Tahun ini saya mau selesaikan totalnya sampai 40 alat cold chain. Saya akan pastikan ada di sentra-sentra produksi beberapa kabupaten kota," tandasnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hari Kemerdekaan, Ini Penjelasan Mendag

4 hari lalu

Prabowo Ungkap RI Swasembada 8 Komoditas Pangan: Daging Menyusul

7 hari lalu

Bapanas Usut Beras Fortifikasi, 8 Produsen Diperiksa Intensif

8 hari lalu

Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai Keriting hingga Daging Ayam Kompak Melejit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal