“Jadi, yang kami lihat bukan hanya usaha yang tumbuh, tetapi juga perubahan yang ikut tumbuh di sekitarnya,” ujarnya.
Perubahan tersebut juga terlihat dari meningkatnya kemampuan nasabah secara keseluruhan sebesar 36%. Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan kognitif, yang mencakup pengetahuan mengenai keuangan, pinjaman, dan pengelolaan keuangan, sebesar 53,18%. Sementara itu, rasa percaya diri nasabah meningkat lebih dari 40%.
Bagi pengusaha ultra mikro, kemampuan tersebut menjadi modal yang tidak kalah penting. Sebab, usaha yang bertumbuh membutuhkan lebih dari sekadar tambahan barang dagangan. Dibutuhkan kemampuan untuk mengelola usaha, keberanian mengambil keputusan, dan keyakinan untuk melihat peluang berikutnya.
Sebagai perusahaan yang menjalankan pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan, PNM memandang perubahan pada nasabah dapat membawa manfaat yang lebih luas. Ketika kemampuan mengelola usaha dan keuangan semakin baik, pengusaha memiliki ruang lebih besar untuk berkontribusi terhadap kebutuhan keluarga. Ketika kepercayaan diri dan optimisme tumbuh, perubahan itu juga dapat tercermin dalam cara mereka mengambil keputusan dan membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Hal tersebut sejalan dengan hasil penghitungan dampak program yang menunjukkan bahwa manfaat Mekaar tidak hanya berada pada aspek ekonomi. Nilai dampak juga tercipta pada aspek kesejahteraan dan sosial, menunjukkan bahwa manfaat program berkembang melampaui aktivitas usaha yang dijalankan nasabah.
Pada akhirnya, nilai dari sebuah pembiayaan tidak selalu selesai ketika modal berubah menjadi barang dagangan atau tambahan modal usaha. Sebagian manfaatnya justru tumbuh perlahan dalam keseharian nasabah: kemampuan yang semakin kuat, keputusan yang semakin mantap, dan pandangan terhadap masa depan yang semakin optimistis.
Karena itu, pertumbuhan tidak selalu tentang seberapa besar sebuah usaha bertambah. Kadang, pertumbuhan juga terlihat dari seberapa jauh seseorang mulai percaya bahwa ia bisa melangkah lebih jauh.