Di sisi lain, Perseroan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keberlanjutan kinerja, mulai dari memperkuat pengendalian biaya, mengoptimalkan rantai pasok, hingga meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan restoran.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil terhadap kinerja operasional Perseroan. Rugi usaha berhasil ditekan sebesar 77,35 persen, dari Rp143,18 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp32,42 miliar pada semester I-2026.
Perbaikan juga tercermin pada rugi periode berjalan yang menyusut 57,03 persen. Sementara itu, total rugi komprehensif tercatat menurun hingga 79,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Dio May Avico, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program efisiensi dan transformasi yang dijalankan Perseroan mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional.
“Perseroan akan terus menerapkan pendekatan yang terukur dan responsif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja Perseroan,” ujarnya.