Kisah Pendiri Waroeng Steak Rajin Sedekah, dari Modal Jual Motor Kini Punya Ratusan Cabang

Dinar Fitra Maghiszha
Jody Brotosuseso, pendiri Waroeng Steak and Shake rajin sedekah, dari modal jual motor kini punya ratusan cabang. Foto: YouTube PecahTelur

Perjuangan selama enam bulan pertama, menurut Jody, sangat luar biasa. Omzetnya saat itu hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000, bahkan pernah tak ada pembeli sama sekali. Namun di bulan ketujuh, usahanya berkembang setelah diliput oleh media lokal Yogyakarta.  

Pembeli mulai banyak datang dan omzetnya bertambah. Dia akhirnya membuka beberapa cabang. Pada akhir Desember 2000, Jody memiliki 4 cabang hingga kini cabangnya lebih dari 100. 

Dia menceritakan, rahasia Waroeng Steak and Shake sukses terletak pada kekuatan doa dari seluruh karyawannya. Selain itu, juga kegemarannya bersedekah.  

"Sedekah membuat usaha kita semakin besar. Kita ngasih sedekah ke pinggir jalan, jangan lupa minta didoain. Kekuatan doa ini jadi kekuatan kita untuk membesarkan usaha-usaha kita," ujarnya.   

Dia menuturkan, karyawan Waroeng Steak and Shake juga harus memiliki kebiasaan yang baik sesuai dengan anjuran agama. Salat tepat waktu, tidak merokok, belajar mengaji hingga rajin bersedekah. Kebiasaan baik ini perlahan diterapkan agar proses bisnisnya lebih berkah. 

Bahkan, Waroeng Steak and Shake memiliki hari sedekah nasional setiap 27 April. Pada hari itu, dia menyedekahkan omzet bisnisnya 1 hari dan mengajak pihak lain seperti supplier, karyawan hingga pelanggan untuk ikut beramal. 

"Kekuatan sedekah itu membuat usaha kita makin besar. Apapun bentuknya, bisa usaha besar, badan sehat. Kalau kita kasih sedekah ke pinggir jalan, jangan lupa minta doain. Kalau ada karyawan punya masalah ramai-ramai kita doain bareng-bareng," ucapnya. 

Sukses di bisnis, Jody pun membangun pesantren SahabatQu yang fokus pada kegiatan menghafal Alquran. Pesantren ini terletak di Yogyakarta. Dia menerapkan prinsip spiritual company dalam usahanya. Dia terinspirasi dari konsep pesantren yang menurutnya patut dicontoh.  

"Saya lihat konsep pesantren itu keren. Setelah salat, semua santri doain keluarga, donatur. Kalau saya punya pesantren semuanya doain, ini luar biasa. Ini spiritual company yang saya mau capai. Enggak usah bikin pesantren, saya punya karyawan 1.500 orang jadikan 'santri," tuturnya. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Bukan Geng Motor, Ini Pelaku yang Rusak Portal Jalan Layang Non-Tol Casablanca Jaksel

Motor
21 hari lalu

Sistem Pintar RiderPro dari QJMotor Curi Perhatian di IIMS 2026, Apa Itu? 

Nasional
2 bulan lalu

Konvoi Motor ke Istana, Ribuan Buruh bakal Gelar Aksi Tuntut UMP 8 Januari 2026

Motor
2 bulan lalu

Viral Aura Kasih Ajak Lisa Mariana Sunmori, Ridwan Kamil Diajak Jangan? 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal