“Sebagian besar perkembangan saya adalah mencoba, dari waktu ke waktu, mengabaikan nasihat yang telah diberikan kepada saya," ucap Baszucki dilansir dari Fortune, Sabtu (20/12/2025)
Meski Stanford memiliki reputasi sebagai landasan bagi perusahaan-perusahaan bernilai miliaran dolar, dari Snapchat hingga Databricks, Baszucki menemui jalan buntu setelah lulus.
Pekerjaan impiannya tidak terwujud, dan resume-nya minim. Salah satu pengalaman kerjanya hanyalah membersihkan kaca jendela bersama saudara laki-lakinya selama satu musim panas.
“Saya ingat pada masa-masa sulit setelah lulus kuliah, saya mencoba mencari tahu apa yang akan saya lakukan,” kata dia.
Saat itulah Baszucki pertama kali belajar tentang perlunya mempercayai insting sendiri.