Pekerjaan impiannya tidak terwujud, dan resume-nya minim. Salah satu pengalaman kerjanya hanyalah membersihkan kaca jendela bersama saudara laki-lakinya selama satu musim panas.
“Saya ingat pada masa-masa sulit setelah lulus kuliah, saya mencoba mencari tahu apa yang akan saya lakukan,” kata dia.
Saat itulah Baszucki pertama kali belajar tentang perlunya mempercayai insting sendiri.
Setelah mendapatkan pekerjaan yang baik, Baszucki menghabiskan dua atau tiga tahun berikutnya dalam apa yang sekarang dia sebut sebagai 'pekerjaan terburuk di dunia'.
Kemudian, dia memilihi mundur untuk mendengarkan intuisinya, dan perubahan itu membuahkan hasil. Baszucki kemudian menempuh jalannya sendiri dan menciptakan Knowledge Revolution, sebuah perusahaan perangkat lunak pendidikan yang terjual seharga 20 juta dolar AS pada tahun 1998.
Setelah menjual perusahaan tersebut, dia berharap akan direkrut untuk posisi CEO. Namun, harapannya tidak terwujud, dia kembali merasa kehilangan arah dan perlu menempuh jalannya sendiri.
Beberapa tahun kemudian, dia mulai membangun apa yang kemudian menjadi Roblox, yang kini menjadi platform game global dengan lebih dari 150 juta pengguna aktif harian.