Kondisi Sulit, Lion Air Kurangi Karyawan Lokal dan Asing

Aditya Pratama
Lion Air. (Foto: Ist)

"Tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal, karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan," ucapnya.

Sejak beroperasi secara bertahap, Lion Air rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal rata-rata 1.400-1.600 penerbangan per hari. Pandemi Covid-19 dinilainya membuat industri penerbangan mati suri.

"Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat," katanya.

Lion Air, kata Danang, telah menggelar pembicaraan dengan mitra-mitra usaha dan memotong penghasilan seluruh karyawan, termasuk manajemen dengan porsi yang variatif. Semakin besar penghasilan, semakin besar pula potongannya.

"Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan," ucapnya.

Danang tak menyebut berapa banyak karyawan yang tak diperpanjang. Namun, Lion Air berjanji memprioritaskan karyawan-karyawan tersebut untuk bekerja kembali saat situasi normal.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kena PHK pada 2024-2026? Simak Cara Daftar Pelatihan Gratis di SkillHub Kemnaker

18 hari lalu

Presiden KSPI: Kenaikan Upah Minimum Bukan Penyebab Perusahaan Tutup dan PHK

20 hari lalu

5 Daerah dengan Jumlah PHK Terbanyak di RI per September 2026, Teratas Jabar

24 hari lalu

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Ini 10 Aturan Baru untuk Pekerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal