Direksi Adira Finance saat paparan kinerja keuangan perusahaan kuartal III 2022 di Jakarta, Rabu (2/11/2022). Foto: Dok Adira Finance
Viola Triamanda

JAKARTA, iNews.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan laba bersih hingga kuartal III 2022 sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini tumbuh 52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Capain itu didukung produksi pembiayaan baru yang tumbuh 21 persen menjadi Rp21,9 triliun. Adapun pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat 37 persen dan 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

''Sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru, per September 2022 total piutang yang dikelola (termasuk porsi pembiayaan bersama) berhasil tumbuh sebesar 5 persen secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp41,8 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Presiden Direktur Adira Finance I Dewa Made Susila di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pendapatan bunga perusahaan meningkat 2 persen menjadi Rp6,7 triliun. Sementara beban bunga turun 5 persen menjadi Rp2,3 triliun sejalan dengan penurunan jumlah pinjaman dan biaya bunga. 

"Sehingga, pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 6 persen yoy menjadi Rp4,4 triliun dan margin bunga bersih meningkat dari 13,1 persen menjadi 18,1 persen di sembilan bulan tahun ini," ujarnya.

Adapun beban operasional relatif stabil menjadi Rp2,7 triliun. Sedangkan cost of credit mengalami penurunan sebesar 39 persen yoy menjadi Rp683 miliar hingga September 2022.

Dia menambahkan, dengan naiknya laba bersih perseroan secara signifikan, sehingga Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 6,3 persen dan 17,3 persen dari sebelumnya 3,7 persen dan 12,6 persen.

Per September 2022, rasio gross NPL konsolidasi menunjukkan tren membaik dan dikelola di level 1,9 persen, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,2 persen. Penurunan ini didukung aktivitas ekonomi yang berangsur pulih sehingga mempengaruhi kapasitas pembayaran konsumen.

Sementara dari sisi pendanaan, perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal yang meliputi pinjaman bank dan obligasi. 

Pembiayaan bersama per September 2022 mewakili 47 persen dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman eksternal pada september turun 9 persen menjadi Rp10,8 triliun, terdiri dari pinjaman bank dalam negeri maupun luar negeri dan obligasi, masing- masing memberikan kontribusi 42 persen dan 58 persen. 

"Hasilnya, gearing ratio turun menjadi 1,1 kali dari sebelumnya 1,4 kali di September 2022, sehingga Adira Finance masih memiliki ruang gerak yang cukup besar untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya," ucapnya. 



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT