Dirut PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) Yudi Hamka mengatakan, pendapatan digital yang tumbuh hampir 3 kali lipat salah satu bukti BCAP sangat serius garap bisnis digital. (Foto: MPI)
Cahya Puteri Abdi Rabbi

JAKARTA, iNews.id – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) pada periode September 2022 kembali mencatatkan kinerja gemilang. Pendapatan digital melambung hampir tiga kali lipat dari Rp68,92 miliar menjadi Rp200,56 miliar atau melonjak 191 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Kenaikan tersebut disertai dengan peningkatan laba bersih secara eksponensial sebesar 218,23 persen yoy dari Rp26,15 miliar hingga menembus Rp83,22 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini.  

Perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 8,2 persen dari Rp1.920,82 miliar pada September 2021 menjadi Rp2.078,39 miliar pada September 2022, di mana pendapatan bunga menguat 12,57 persen yoy menjadi Rp1.201,14 miliar untuk tahun berjalan. Kombinasi di atas menghasilkan pertumbuhan signifikan pada margin laba bersih perseroan, yaitu sebesar 194,11 persen, dari 1,36 persen pada Septembe 2021 menjadi 4 persen pada periode yang sama tahun ini.

Secara kuartalan, total pendapatan BCAP tumbuh dari Rp664,94 miliar pada kuartal II 2022 menjadi Rp691,87 miliar pada kuartal III 2022. Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan perseroan naik 8,23 persen dari Rp639,25 miliar. Hal tersebut dipicu dari pendapatan digital yang melambung 139,74 perseb dari Rp23,15 miliar pada kuartal III 2021 menjadi Rp55,50 miliar di kuartal III 2022.

Kontributor pendapatan BCAP yang tertinggi berasal dari MNC Bank sebesar 49,7 persen dari total pendapatan konsolidasi, diikuti oleh MNC Life 12,2 persen, MNC Insurance 10,8 persen, MNC Finance 9,5 persen, MNC Sekuritas 8,8 persen, MNC Leasing 5,7 persen, MNC Asset Management 1,5 persen, Flash Mobile 0,9 persen, dan MNC Teknologi Nusantara 0,8 persen.

Dilihat dari laporan posisi keuangan konsolidasian, pertumbuhan aset terutama dipengaruhi oleh peningkatan modal yang dilakukan terhadap anak usaha perseroan, yaitu MNC Bank (PT Bank MNC Internasional Tbk atau BABP) tahun lalu, di mana dana hasil aksi korporasi tersebut mampu meningkatkan kapasitas BABP untuk menyalurkan kredit kepada pihak ketiga sebanyak Rp1.521,77 miliar menjadi Rp9.944,25 miliar pada September 2022 atau meningkat 18,07 persen dari Rp8.422,49 miliar pada 2021.

Direktur Utama BCAP Yudi Hamka mengatakan, komitmen BCAP tetap solid untuk mengembangkan layanan keuangan berkualitas dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan perseroan. Tak berhenti di sini, dia menambahkan, perseroan bergerak secara ambisius dalam mentransformasi bisnis dan mengintegrasikan layanan-layanan digital agar dapat menyentuh lebih banyak kehidupan pada jangkauan yang lebih luas lagi, tidak hanya di kota besar.

"Pendapatan digital yang tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi salah satu bukti bahwa kami sangat serius dalam menggarap bisnis digital perseroan dan mengembangkan Motion Digital," kata dia dalam keterangannya, Selasa (15/11/2022).

"Kami yakin, didukung kuatnya eksistensi media grup, BCAP akan merevolusi cara masyarakat unbanked dan underbanked dalam mengelola keuangan mereka. Menjadi solusi berbagai kebutuhan finansial secara end-to-end dengan menawarkan pengalaman pengguna secara seamless dalam ekosistem perseroan yang komprehensif," imbuh Yudi.

Sementara itu, BCAP baru-baru ini menerima persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk mengkonsolidasikan layanan-layanan berbasis transaksinya di bawah Motion Digital. Nasabah akan dimudahkan dalam mengelola dan memantau transaksi mereka di berbagai layanan, seperti transfer, pembayaran dengan QRIS, pembayaran berbagai tagihan, layanan kartu kredit, pembiayaan digital, hingga investasi saham dan reksa dana. 

Aplikasi-aplikasi di bawah Motion Digital akan diintegrasikan dengan cross-wallet, e-KYC yang saling terhubung, dan fitur single sign-on untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Untuk menjamin eksekusi real-time, Flash Mobile akan menangani semua transaksi yang terjadi dalam ekosistem Motion Digital.

BABP telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan Penambahan Modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue, sebanyak-banyaknya 10.482.985.606 saham seri B atau sebesar 25 persen dari modal disetor setelah PMHMETD. Rights issue yang ditargetkan akan
efektif pada 24 November 2022 ini menunjukkan komitmen perseroan untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun MNC Bank sesuai dengan POJK 12/2020. 



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT