Laba Bersih Kimia Farma Turun 12 Persen di Tengah Pandemi, Ini Penyebabnya

Aditya Pratama
Kimia Farma. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - PT Kimia Farma (Persero) Tbk mencatat penurunan laba bersih dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Hingga 30 September, laba bersih BUMN farmasi tersebut susut dua digit.

Berdasarkan laporan keuangan emiten dengan kode KAEF yang tidak diaudit, Minggu (1/11/2020), laba bersih Kimia Farma sepanjang Januari-September 2020 mencapai Rp37,2 miliar, turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp41,8 miliar.

Penurunan laba Kimia Farma lebih disebabkan kenaikan pada beban usaha dan beban keuangan. Penjualan bersih sebenarnya Farma naik 2,4 persen dari Rp6,87 triliun menjadi Rp7,04 triliun.

Namun, kenaikan penjualan diiringi dengan kenaikan pada beban usaha sebesar Rp23 miliar dan beban keuangan Rp90 miliar. Alhasil, laba sebelum pajak bekurang dari Rp61 miliar menjadi Rp45 miliar.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo: BUMN Akan Kita Tertibkan, Selama Ini Sumber Korupsi

57 tahun lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

57 tahun lalu

Respons Qodari soal Heboh Pengangkatan Sejumlah Tokoh Jadi Komisaris BUMN

57 tahun lalu

Pemerintah Pangkas 240 BUMN, Tekan Biaya Operasional hingga Tingkatkan Produktivitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal