Sementara Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung menyampaikan, investasi yang dilakukan Lotte Chemical ini akan menjadi pendorong bagi mitra kerja sama lainnya untuk melakukan investasi berkelanjutan. Rangkaian investasi tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri petrokimia di kawasan ASEAN.
“Saya harap Bapak Menteri Investasi berkenan mengawal terus proyek ini agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Untuk itu, kita perlu membenahi bersama kebijakan yang dapat mendukung dan meningkatkan daya saing global. Saya juga meminta dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian yang hadir,” tutur Park.
Adapun kompleks petrokimia tersebut dikenal dengan Lotte Chemical Indonesia New Ethylene Project atau LINE Project. Proyek LINE direncanakan mulai tahap konstruksi tahun ini dan mulai beroperasi pada 2025 mendatang. Target produksi proyek ini untuk menghasilkan 1 juta ton ethylene, 520.000 ton propylene, 250.000 ton polypropylene per tahun.