Luhut Sebut Megaproyek di Kalimantan Utara Jadi Bagian dalam Negosiasi dengan Tesla

Viola Triamanda
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjadikan megaproyek di Kalimanta Utara sebagai bagian dalam negosiasi dengan Tesla. (Foto: MPI/Azhfar Muhammad)

Indonesia juga memiliki potensi besar di nikel. Bahkan dia meyakini Indonesia bisa menjadi produsen lithium baterai nomor 1 atau 2 terbesar di dunia pada 2026 atau 2027. 

"Tentu saja saya yakin karena kita punya cadangan nikel paling besar, dan kita juga punya hydro power karena orang-orang akan melihat green product," ujarnya. 

Luhut menuturkan, pada tahun 2030, Eropa tidak lagi menerima energi fosil, tetapi hanya menerima energi hijau. Tentu hal ini menjadi suatu hal yang baik bagi Indonesia karena kaya akan energi hijau.  

"Mereka akan lihat green energy dan kita punya 437 potensi green energy dan semua sedang berproses saat ini," ucapnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Jaksa KPK Ungkap Dugaan Pejabat Kemenhub Minta Fee 5 Persen untuk Menangkan Proyek Rp20,7 Miliar

4 hari lalu

Bidik Kursi Senayan 2029, Partai Perindo Tunjuk Mantan Wawali Tarakan Pimpin Kaltara

8 hari lalu

Kaltara Diselimuti Asap Karhutla, Madrasah hingga Pesantren Belajar dari Rumah

15 hari lalu

Bahlil Buka Opsi Danantara Garap Proyek PLTS 100 GW, Ini Syaratnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal