Malaysia Bakal Larang Ekspor Harta Karun Ini untuk Tingkatkan Industri Dalam Negeri

Aditya Pratama
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Foto: Reuters)

Industri logam tanah jarang diperkirakan akan menyumbang sebesar 9,5 miliar ringgit (2 miliar dolar AS) terhadap produk domestik bruto (PDB) Malaysia pada tahun 2025 dan menciptakan hampir 7.000 lapangan kerja. 

Larangan yang diterapkan Malaysia dapat mempengaruhi penjualan ke China, yang mengimpor sekitar 8 persen bijih tanah jarang dari negara Asia Tenggara tersebut antara bulan Januari dan Juli tahun ini, menurut data bea cukai China.

Awal tahun ini, China telah mengumumkan pembatasan ekspor beberapa logam yang digunakan secara luas di industri semikonduktor. Hal ini dinilai sebagai tindakan pembalasan atas pembatasan AS terhadap penjualan teknologi ke China.

Pembatasan tersebut memicu kekhawatiran bahwa China juga dapat membatasi ekspor mineral penting lainnya, termasuk logam tanah jarang.

Analis Project Blue, David Merriman menuturkan, dampak pelarangan ekspor di Malaysia masih belum jelas karena kurangnya rincian data. Namun, pelarangan bijih tanah jarang dapat berdampak pada perusahaan China yang beroperasi di Malaysia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
22 jam lalu

Pesan Haru Mahathir Mohamad untuk Istri Tercinta Siti Hasmah yang Meninggal Hari Ini 

22 jam lalu

Jenazah Istri Mahathir Mohamad Siti Hasmah Dimakamkan Sore Ini

1 hari lalu

Mengenang Siti Hasmah, Sang Dokter yang Mengabdikan Hidupnya untuk Kesehatan Ibu dan Anak

1 hari lalu

Profil Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad yang Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal