"Nah di sana saya berpikir, wah saya enggak bisa nih saya harus maju nih, enggak bisa gini terus ," katanya.
Dia memutuskan gaji dari hasil bekerja ditabung untuk membuka sebuah usaha. Karena kakanya seorang pengusaha es krim, dia minta untuk dibimbing dan diajarkan untuk memulai bisnis tersebut.
Usaha es krimnya sempat maju. Namun, dia kembali dihantam ujian. Saat dia sibuk menyiapkan acara pernikahannya, uang yang dijadikan modal untuk berjualan es krim dibawa kabur oleh karyawannya.
Alhasil usahanya bangkrut dan dia memutuskan untuk menjual seluruh aset dan menyisakan sebuah motor.
Tak menyerah, dia kemudian berjualan hijab bersama istrinya, namun usahanya tidak berkembang.