Mantan Dokter Gigi Sukses Jadi Miliarder, Punya Startup Fintech Paling Berharga di Korsel

Anggie Ariesta
Mantan dokter gigi sukses jadi miliarder, punya startup fintech paling berharga di Korsel. Foto: Ilustrasi/Dok Toss

Adapun Toss menjadi hit secara instan ketika Lee memperkenalkan aplikasi tersebut pada 2015, yang memudahkan orang Korea Selatan untuk mentransfer uang secara online. Sekarang dengan 20 juta unduhan, 11 juta penggunanya secara teratur menggunakannya dari paket asuransi hingga pinjaman hingga investasi online. 

Untuk menguji aplikasi ini di luar Korea, Lee meluncurkan Toss di Vietnam dua tahun lalu. Di Vietnam, dia memberikan hadiah uang tunai dan layanan kartu debitnya dan berhasil menarik 3 juta pengguna aktif bulanan. Kemudian dia memperluas pasarnya ke Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Pasarnya meluas, segmen pinjaman online Asia Tenggara saja memiliki transaksi 39 miliar dolar AS tahun lalu, menurut laporan November dari Google, Temasek dan Bain. Tetapi menangkap pasar fintech yang sedang berkembang di kawasan ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. 

Raksasa teknologi Asia Tenggara seperti miliarder Singapura Forrest Li's dari Sea Limited, Anthony Tan dari Grab, dan GoTo Indonesia sudah terlibat dalam pertempuran sengit untuk menjadi superapp lokal, termasuk layanan fintech. Karena itu, Viva Republica harus berjuang keras untuk merebut pangsa pasar. Startup Unicorn seperti Xendit yang didukung Tiger Global di Indonesia dan Nium Singapura, yang didukung oleh perusahaan investasi negara seperti Temasek dan GIC, juga bermain di pasar ini.

Untuk itu, kemitraan akan menjadi kuncinya. Kepala strategi Viva Republica Seo Hyun-woo sebelumnya mengatakan, perusahaan akan beralih dari strategi pertumbuhan organik ke aktif mengejar investasi dan akuisisi luar negeri. Di Vietnam, perusahaan terikat dengan CIMB Group Malaysia, salah satu pemberi pinjaman terbesar di Asia Tenggara berdasarkan asetnya. 

Pada akhir tahun lalu, dia melakukan investasi luar negeri pertamanya, membeli saham kecil di Republic, platform investasi startup AS. 

“Kami bukan perusahaan di mana kami hanya memberikan produk yang sama persis ke negara yang sama. Kami masuk ke pasar dan mencoba mempelajari masalah pelanggan dan bagaimana kami bisa menyelesaikannya,” ucapnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Destinasi
4 hari lalu

Universitas di Korea Perketat Aturan, Pelaku Kekerasan Ditolak Masuk Perguruan Tinggi

Internasional
5 hari lalu

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 5 Tahun Penjara terkait Pemberlakuan Darurat Militer

Film
5 hari lalu

Film Indonesia–Korea Tolong Saya Jadi Angin Segar Industri Perfilman, Ini Alasannya!

Internasional
7 hari lalu

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati atas Tuduhan Memberontak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal