Mata Uang Rubel Melemah setelah Sentuh Level Tertinggi, Ini Penyebabnya

Aditya Pratama
Mata uang rubel melemah pada hari Selasa (17/5/2022) waktu setempat, menjauh dari level tertinggi hampir lima tahun terhadap euro. (Foto: Reuters)

Keputusan ini tidak mungkin segera mengubah keseimbangan kekuatan di pasar, di mana perusahaan yang berfokus pada ekspor diwajibkan untuk mengkonversi 80 persen dari pendapatan mereka. Sebab, bank sentral tidak dapat mengintervensi dirinya sendiri setelah Barat membekukan sekitar setengah dari emas dan valuta asing cadangan.

"Namun, langkah terbaru dari bank sentral dapat dilihat sebagai indikasi bahwa fase reli rubel baru-baru ini dapat segera berakhir," ujar Broker BCS dikutip, Rabu (18/5/2022).

Di pasar saham, indeks RTS (.IRTS) berdenominasi dolar turun 0,2 persen menjadi 1,171,6 poin, sedangkan indeks MOEX Rusia (.IMOEX) berbasis rubel naik 0,5 persen menjadi 2.377,6 poin.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

9 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

9 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

10 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal