Mendag Ungkap Biang Kerok Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam

Iqbal Dwi Purnama
Mendag Zulhas ungkap biang kerok naiknya harga telur dan daging ayam. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) mengakui harga telur dan daging ayam naik dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, itu karena pemerintah tidak memiliki stok yang cukup untuk mengintervensi harga yang terbentuk di pasar.

Dia menuturkan, jika stok telur maupun daging ayam kurang, otomatis harganya akan naik. Kenaikan harga biasanya terjadi saat perayaan hari-hari besar keagamaan, di mana konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

"Kenapa hari-hari ini ayam dan telur mahal karena ayam hari ini bertelur, jualnya besok. Sedangkan kita tidak punya stok," ujarnya dalam acara Peluncuran Gerakan Pangan Murah (GPM), Senin (26/6/2023).

Zulhas berharap dengan adanya Badan Pangan Nasional (Bapanas) dapat membuat cadangan stok bahan pangan menjadi lebih aman untuk menghadapi momen saat konsumsi masyarakat meningkat. Akibatnya harga yang dibentuk di pasar tidak naik signifikan ketika ketersediaan barang sedang menurun.

"Ayam hari ini dipotong, jualnya hari ini. Kalau kurang, ya harga naik. Kalau permintaanya turun harganya turun karena kita enggak punya cadangan pangan," ucap Zulhas.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hari Kemerdekaan, Ini Penjelasan Mendag

23 hari lalu

Harga Ayam dan Telur Naik usai Libur Sekolah, Amran: MBG Off Takernya Komoditas Pertanian

1 bulan lalu

Pemerintah Naikkan Harga Acuan Ayam Hidup Jadi Rp19.500 per Kg Mulai 15 Juli

3 bulan lalu

Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai Merah hingga Daging Ayam Melonjak!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal