Meningkat, BRI Cetak Laba Bersih Rp15,5 Triliun di Kuartal I 2026

Anggie Ariesta
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi (dok. BRI)

Namun, di tengah ekspansi itu, kualitas kredit menunjukkan tekanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto naik menjadi 3,31 persen dari sebelumnya sekitar 3 persen. Sementara NPL net juga meningkat menjadi 1,01 persen. Kenaikan ini mencerminkan risiko yang ikut membesar seiring agresivitas penyaluran kredit.

Dari sisi pendanaan, BRI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Komposisi dana murah atau CASA tercatat mencapai 68,1 persen, menunjukkan dominasi dana berbasis tabungan dan giro yang lebih efisien.

Likuiditas bank juga masih terjaga, meski rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 87,66 persen. Kenaikan ini menandakan fungsi intermediasi yang semakin kuat, meski ruang likuiditas menjadi lebih terbatas.

Sementara itu, total aset BRI tercatat mencapai sekitar Rp2.249 triliun secara konsolidasi per Maret 2026, tumbuh lebih dari 7 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan, kinerja BRI menunjukkan ekspansi yang tetap agresif di sektor riil, terutama UMKM dan perumahan. Namun, peningkatan risiko kredit menjadi catatan, di tengah tekanan ekonomi yang masih memengaruhi kemampuan bayar sebagian debitur.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
11 hari lalu

Rosan Ungkap Skema Warga Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening: BRI Nasional, BSI Khusus Aceh

11 hari lalu

Warga RI Berusia 17 Tahun bakal Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50.000

20 hari lalu

Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 17,5 Persen

2 bulan lalu

BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal