Mentan Apresiasi Petani Milenial Kaltim, Raup Rp24 Juta per Bulan dari Bertani Modern

Rizqa Leony Putri
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi capaian Abimayu, petani milenial asal Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang meraup pendapatan hingga Rp24 juta per bulan. (Foto: dok Kementan)

“Dalam satu kali kerja, alsintan seperti traktor bisa menggarap hingga lima hektare lahan, dengan biaya jasa pengolahan lahan mencapai Rp800 ribu per hektar sehingga seorang operator alsintan bisa menghasilkan hingga Rp4 juta dalam sehari. Jumlah tersebut belum termasuk keuntungan dari efisiensi waktu dan tenaga, itu masih dari sisi operator saja,” ujarnya.

Abimayu menambahkan bahwa dalam penggunaan alsintan, ada kebutuhan tambahan seperti perawatan alat, bahan bakar, dan operasional lainnya. Akan tetapi, Abimayu tetap optimistis pada prospek pertanian modern. Terlebih, bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) baik dalam bentuk alat maupun pembinaan menjadi motivasi besar bagi petani muda seperti dirinya untuk terus berinovasi.

“Bantuan dari Bapak Menteri bukan hanya mendorong kami lebih produktif, tapi juga jadi semangat untuk menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Abimayu mengungkapkan bahwa kini mereka tak lagi menjual hasil panen ke tengkulak, melainkan langsung ke Bulog, yang memberikan harga lebih stabil dan adil bagi petani. “Dan bagusnya sekarang juga itu kami tidak lagi menjual ke Tengkulak. Langsung ke Bulog. Jadi tidak ada lagi yang namanya mafia-mafia tengkulak,” ucapnya.

Abimayu juga menyampaikan ajakan penuh semangat kepada generasi muda di seluruh Indonesia untuk mau terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, sektor pertanian yang kini ditekuninya bukan seperti pertanian di zaman dulu. Sebaliknya, pertanian zaman ini sangat menguntungkan dan menjadi pusat perhatian berbagai pihak, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah sangat menguntungkan petani.

“Saya di sini mengajak buat kawan-kawan untuk mau bertani. Karena menjadi petani itu tidaklah memalukan dan dari hasil pertanian kita  bisa mengalahkan pekerjaan-pekerjaan lain, bertani yang kita anggap kecil tapi itu hasilnya sangat besar,” tutur Abimayu.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Bisnis
3 jam lalu

Pengelolaan DHE SDA Kini Bisa Dipantau Real-Time lewat Kopra by Mandiri

Nasional
8 jam lalu

Bahas Raperda GDPK, DPRD Kota Bandung Soroti Ancaman Penurunan Angka Kelahiran

Bisnis
1 hari lalu

Festival Ramadan bareng Tring! by Pegadaian Hadir Menyapa 10 Kota Besar Indonesia

Nasional
1 hari lalu

DPRD Kota Bandung Matangkan Raperda Kesejahteraan Sosial, Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal